“Banyak jalan menuju roma”, … Yah itulah salah satu kalimat yang mungkin sudah sering kita dengar untuk meraih atau mencapai tujuan yang kita rencanakan. Hal ini juga berlaku dalam dunia kerja seperti mulai dari bagaimana caranya memperoleh jenis pekerjaan yang diinginkan hingga pada tahap perencanaan dimana agar dapat mengembangkan karir dengan sukses dan cemerlang.

Mungkin sudah menjadi rahasia umum bahwa jumlah lowongan kerja baru yang tersedia selalu lebih kecil jika dibandingkan dengan jumlah tenaga pencari kerja untuk setiap tahunnya, dan sayangnya keadaan ini masih belum terpecahkan dengan baik di Negeri kita ini. Berberapa pakar mengatakan, ideal-nya Indonesia seharusnya memiliki memiliki 5 persen tenaga kerja produktif yang berjiwa wirausaha, tapi kenyataannya hingga saat ini masih sekitar 1 persen bahkan mungkin kurang! Maka tak heran jika angka pengangguran masih tinggi di Indonesia (Hmm… mau gimana lagi rata-rata kebanyakan lulusan perguruan tinggi mencari kerja bukannya menciptakan lowongan kerja he4x…).

Nah, oleh karena itu tidak heran banyak pelamar melakukan berbagai cara untuk mendapatkan pekerjaan yang di-incarnya! Dari mulai cara-cara yang professional hingga cara instant atau curang. Langsung saja, berikut ini adalah beberapa tips dan point penting yang sebaiknya diperhatikan agar kita dalam melamar lowongan kerja dengan cerdas dan bukan hanya bekerja keras semata:

1. Optimalkan nilai potensi spesial yang ada pada diri kita! Pada dasarnya hampir setiap perusahaan menginginkan agar dapat memiliki karyawan atau pekerja yang dapat diandalkan dan dapat berkontribusi membantu memecahkan persoalan yang dihadapi oleh perusahaan. Oleh karena itu sangat penting untuk memperhatikan potensi unik yang ada pada diri kita dan mungkin sangat jarang ditemukan pada pelamar lainnya. Cantumkan hal tersebut dalam CV yang kita buat atau jika memungkan cantumkan secara tersirat pada surat lamaran kerja. Pastikan sekali lagi potensi unik kita ini dilirik dan dipertimbangkan oleh perusahaan, salah satunya dengan mengungkapkannya pada saat sesi wawancara.
2. Jika kita merasa masih gagal dalam mendapatkan pekerjaan yang kita incar, tidak ada salahnya melakukan analisis ulang secara menyeluruh. Temukan kekurangan tersebut dan sesegera mungkin lakukan recovery. Tidak ada salahnya melakukan sharing dengan rekan atau sahabat yang kita percaya. Yang terpenting pastikan semangat dan kepercayaan diri kita masih terjaga dengan baik, jangan malah sebaliknya!
3. Sebisa mungkin bangunlah network kita dengan baik setiap harinya, usahakan terus adanya peningkatan! Dengan memiliki jaringan yang bagus maka peluang kita untuk mendapatkan pekerjaan yang ideal kita semakin terbuka lebar, karena faktanya jaringan yang kita bangun hampir selalu berbanding lurus dengan informasi yang kita peroleh. Atau secara gamblangnya, tidak ada salah SKSD (Sok Kenal Sok Dekat) dengan setiap orang yang kita temui, seperti orang-orang yang berkecimpung dalam bisnis MLM tuch he4x…
4. Perkecil saingan dan perbesar peluang! Maksudnya apa nih? Hal ini sebenarnya hampir sama dengan asumsi yang menganjurkan bahwa lamarlah jenis pekerjaan yang sesuai dengan bidang kita. Hindari sebisa mungkin melamar jenis pekerjaan yang menerima semua jenis jurusan.
5. Gunakan strategi pencarian kerja! Hal ini berkaitan erat dengan kepribadian dari diri kita masing. Misal jika kita adalah tipe orang yang pendiam, maka sangat susah untuk mencari suatu informasi yang baru dari orang yang baru kita kenal. Oleh karena itu biasanya orang-orang seperti ini akan mengandalkan relasi teman lama atau keluarga atau sesuatu yang sifatnya service atau telah tersedia seperti job fair. Namun jika kita orangnya aktif, maka biasanya lebih supel dan mudah untuk mendapatkan informasi pekerjaan dari berbagai sumber.
6. Explorasi terus sifat cerdas dan kreatif yang kita miliki dalam menemukan cara-cara baru yang inovatif untuk memperbesar peluang kita dalam menemukan lowongan kerja baru mendapatkannya. Contoh, manfaatkan kemajuan teknologi, misal dengan membuat blog pribadi yang professional di internet (seperti membuat blog pribadi dengan nama domain http://www.nama-anda.com). Contoh lainnya jika jaman tempoe dulu orang hanya mengandalkan CV dan surat lamaran kerja yang ditulis dengan sebaik mungkin dalam sebuah kertas, maka tidak ada salahnya jika kita membuat resume video, cantumkan dalam video tersebut portfolio, hal ini tentunya akan membuat resume kita lebih menarik.