Setiap orang punya bos. Bahkan ketika Anda berwirausaha pun, Anda masih saja merupakan pegawai dari klien-klien Anda. Bagian terbesar dari menjaga hubungan atasan-bawahan adalah untuk tidak membiarkan atasan Anda berpikir bahwa Anda tak menyukai pekerjaan Anda atau tak mau mengerjakan tugas bagian Anda, atau yang lebih parah, menganggap pekerjaan Anda tidak penting.

Hal-hal yang disebutkan di atas tadi mungkin terdengar umum dan enteng, tetapi banyak kali kita mengucapkan sesuatu yang kita pikir biasa saja tapi justru memberikan kesan Anda melakukan hal-hal yang tadi disebutkan di atas. Berikut adalah beberapa pernyataan yang sering kita dengar di lingkungan kantor, yang mungkin dianggap biasa saja, bahkan tak berbahaya. Tapi, cobalah untuk melihatnya dari sudut pandang atasan Anda, pasti akan mengerti mengapa sebaiknya kata-kata ini tak pernah terucap dari bibir Anda kepada atasan atau klien Anda.

“Itu kan bukan bagian tugas saya”. Anda tahu, kebanyakan bos atau atasan hanyalah tipe orang yang simpel, yang berpikir bahwa Anda, sebagai bawahan, memiliki tugas untuk melakukan pekerjaan yang Anda minta ia kerjakaan. Jadi, ketika Anda diberikan tugas yang sejak awal tak ada di daftar tugas pekerjaan (job description), tahan diri Anda untuk menolaknya. Namun, yang bisa Anda lakukan adalah mencari tahu mengapa atasan Anda mempercayakan pekerjaan tersebut kepada Anda, pasti ada alasan tertentu. Jika Anda percaya bahwa dengan melakukan pekerjaan tersebut akan berdampak buruk bagi perusahaan, Anda bisa mencoba menerangkannya kepada atasan Anda dan menyarankan agar tugas tersebut akan lebih baik jika dikerjakan oleh orang lain. Sayangnya, langkah ini tidak selalu berhasil pada semua bos. Yang penting diingat adalah, dengan mengerjakan apa yang diminta pada Anda, bahkan pekerjaan yang di luar tugas yang seharusnya, akan terlihat baik bagi Anda.

“Itu bukan masalah saya”. Ketika seseorang mengatakan suatu hal bukanlah masalahnya, itu akan membuatnya terlihat seperti tidak peduli. Hal ini tidak akan membuatnya terlihat buruk di mata banyak orang, termasuk sang atasan. Jika suatu masalah membuat Anda tidak nyaman dan Anda tak memiliki suatu hal yang konstruktif untuk dikatakan, sebaiknya tidak mengucapkan apa pun. Karena pada dasarnya, permasalahan di lingkungan kerja adalah masalah semua yang bekerja di dalamnya.

“Itu bukan salah saya”. Kebiasaan manusia memang unik. Mengklaim bahwa ketika kita berkata tidak bersalah akan suatu kesalahan, sering kali justru membuat orang menyangka kita bersalah. Padahal, yang jadi permasalahan utama adalah bahwa telah terjadi suatu kesalahan yang harus diperbaiki. Inilah yang harus diperbaiki, bukan berpikiran siapa yang harus disalahkan.

“Saya hanya bisa mengerjakan satu hal ke hal lain, tangan saya kan cuma dua”. Mengeluhkan bahwa Anda bekerja terlalu keras tak akan membuat atasan Anda merasa kasihan atau akan mengurangi beban yang ada. Malah, si bos akan berpikir bahwa: 1. Anda tak suka pekerjaan ini. 2. Passion Anda tidak ada di pekerjaan ini. Setiap orang, khususnya belakangan ini, merasa sangat tertekan dan bekerja amat keras.

“Saya overqualified”. Mungkin saja itu benar. Tapi nyatanya, ini adalah pekerjaan yang Anda miliki. Anda setuju untuk mengerjakan pekerjaan ini, meski Anda sekarang menyesalinya, tapi ini masih pekerjaan Anda. Mengeluhkan bahwa pekerjaan ini tak cukup baik akan membuat Anda terlihat buruk. Plus, rekan kerja yang mengerjakan hal yang serupa akan tak menyukai Anda. Bos Anda pun akan merasa kesal melihat dan mendengar keluhan Anda.

“Pekerjaan ini terlalu mudah. Siapa pun bisa melakukannya”. Mungkin Anda mencoba mengatakan bahwa Anda sangat brilian sehingga pekerjaan yang sedang Anda lakukan amat mudah. Hal ini akan terdengar seperti Anda merendahkan pekerjaan ini. Ketika Anda merendahkan tugas ini, Anda merendahkan perusaan tempat Anda bekerja. Jika suatu pekerjaan ternyata cukup mudah untuk Anda, kerjakanlah secepatnya. Bahkan, pekerjaan yang terlampau mudah pun perlu dikerjakan.

“Ini pekerjaan yang sulit dan mustahil”. Mengatakan bahwa pekerjaan yang dipercayakan pada Anda tak mungkin dilakukan sama seperti mencari masalah dengan bos Anda. Meski pekerjaan yang dipercayakan pada Anda itu memang mustahil, mengatakannya kepada bos Anda bahwa itu hal yang mustahil akan membuat Anda terlihat tak mampu. Sebaiknya Anda berlaku bak detektif. Cari tahu mengapa bos meminta Anda melakukan tugas itu. Apa persoalan yang harus diselesaikan? Apa gol Anda? Carilah cara yang mungkin untuk dilakukan untuk mencapai gol tersebut. Hal itu adalah yang para bos inginkan.