Tiap DBMS melakukan manajemen data dengan caranya sendiri. Sebagai contoh, beberapa diantaranya menggunakan relasi eksplisit, sedangkan sebagian yang lain menggunakan relasi implicit. Beberapa DBMS mainframe menyertaka bahasa query, sedangkan yang lain tidak. Namun demikian, sebuah model dapat digunakan untuk menunjukkan komponen utama yang secara potensial ditawarkan oleh DBMS.
Pemroses untuk bahasa deskripsi data
Data description langage processor (pemrosesan untuk bahasa deskripsi data) mentranformasi kamus data menjadi skema database, DLL, yang telah dijelaskan sebelumnya. Semua DNMS mempunyai DLL.
Pemroses statistic penampilan
Performance statistics processor (pemroses statistic penampilan) memelihara stasitik yang mengidentifikasi data apa yang sedang digunakan, siapa yang menggunakannya, kapan ia menggunakan, dll. CIO dan manajer pada unit pelayanan informasi menunjuk administrator database untuk menggunakan staistik guna memonitor penggunaan database. DBMS yang menggunakan mikrokomputer biasanya tidak menyertakan pemroses stastistik penampilan.
Modul backup/recovery
Modul ini digunakan untuk memperoleh kembali database yang mengalami kerusakan, sehingga dapat digunakan kembali. Transaksi log (Log transaksi) dapat digunakan untuk menyusun kembali database. Komponen ini tidak selalu dijumpai dalam DBMS mikrokomputer.
Database manager
Semua database menyertakan database manager. Sebagai software DBMS yang paling penting, ia menjalankan request data dari pemakai. Bahasa query dan DML adalah bagian dari database manager.
Database manager juga menghasilkan statistic penampilan yang diproses oleh pemroses statistic penampilan, dan menghasilkan log transaksi yang diproses oleh modul backup/recovery.
Database manager adalah satu-satunya komponen yang merupakan main memory resident. Sedangkan komponen yang lain merupakan transient routine.
Administrator database
Ada dua area spesialisasi tambahan, yaitu database dan komunikasi data. Dalam perusahaan yang besar, kedua area terdiri dari beberapa personel yang dibawahi oleh manajer. Manajer dari staff database tersebut disebut administatror database(DBA). Pada perusahaan yang kecil, tugas DBA dilakukan oleh personel part-timer dari seseorang dalam pelayanan informasi. Tugas DBA dapat dibagi menjadi 4 area utama, yaitu perencanaan, implementasi, operasi, dan pengontrolan.
Perencanaan melibatkan kerja sama dengan pemakai untuk menentukan subskemanya. Lebih dari itu, DBA memainkan peranan pokok dalam penyeleksian DBMS. DBA mengevaluasi, berbagai macam DBMS di pasaran dan menganjurkan memakai salah satu darinya kepada CIO, yang selanjutnya CIO mengusulkannya ke manajemen puncak. Manajemen puncak memutuskan apkah menrima atau menolak usulan tersebut.
Implementasi meliputi penciptaan database yang sesuai dengan DBMS yang terpilih, dan juga menetapkan dan melakukan kebijaksanaan dan prosedur untuk penggunaan database.
Operasi mencakup penawaran program pendidikan untuk pemakai database dan memberikan bantuan jika diperlukan. Database adalah spsialis dalam masalah database, dengan mengambil alih tugas analis system dan programmer untuk masalah database.
Pengontrolan meliputi pemonitoran aktivitas database dengan menggunkan statistic yang diberkan oleh DBMS. Lebih dari itu, DBA memastikan bahwa bahwa database dalam keadaan aman.