Bagian ini akan mengungkapkan bagaimana bidang SIM berkembang di Amerika dan Eropa. Titik penekanan akan lebih pada proses pertum¬buhan bidang ini, dan bukan kronologi peristiwa yang terkait dengan perkembangan SIM.
SIM merupakan bidang terapan yang menda¬patkan perhatian para pelaku bisnis sejak Tekno¬logi Informasi (TI) dimanfaatkan pada tahun 1950-an. Pada awalnya, titik fokus utama ialah efisiensi, mengingat harga perangkat keras yang sangat mahal (jutaan dollar). Secara perlahan komponen biaya perangkat keras menyusut. Namun secara keseluruhan, anggaran tahunan TI sebuah organisasi cenderung untuk terus me¬ningkat. Timbul kesadaran bahwa masalah yang dihadapi bukan sekedar Ilmu Komputer, Teknik Elektronika, atau Matematika. Diperlukan suatu metoda universal yang secara sistematis dan efektif dapat dengan cepat menanggulangi permasalahan yang timbul dari waktu ke waktu. Ini berbeda dengan tradisi ”dunia akademis” yang menawarkan berbagai variasi ”solusi teoritis” yang dikaji secara ilmiah untuk perma¬salahan yang belum tentu ada.
Topik dalam bidang SIM mulai mendapatkan perhatian para akademisi pada 1960-an. Pola yang lazim terjadi ialah para akademisi terjun langsung ke lapangan sebagai konsultan. Kemu¬dian, berupaya untuk menyelesaikan permasa¬lahan SIM dengan beraneka ragam framework. Kerangka-kerja tersebut sesuai dengan latar belakang pendidikan masingmasing, seperti Ilmu Komputer, Ilmu Teknik Elektro, Ilmu Perpus¬takaan dan Informasi, Ilmu Matematika dan Statistika, Bisnis dan Managemen, serta berbagai Ilmu Sosial lainnya seperti Psikologi, Budaya, Filsafat, dan mungkin masih ada klaim dari ilmu lainnya yang tidak dapat diuraikan satu persatu. Keaneka-ragaman ini mendorong berbagai upaya untuk memperkenalkan model-model kerangkat¬kerja yang terpadu Institusi akademis yang pertama mengkhusus¬kan diri dalam bidang SIM ialah Management Information System Research Center (MISRC) di Universitas Minnesota (1968). Kiprah MISRC banyak sekali mempengaruhi perintisan perkem¬bangan SIM sebagai sebuah bidang ilmu. Pada tahun 1977, MISRC menerbitkan sebuah jurnal akademis yaitu Management Information System Quarterly (MISQ). Pada tahun 1980, MISRC turut membidani sebuah konferensi tahunan bergengsi yaitu International Conference of Information Systems (ICIS). ICIS diselenggara¬kan tiap tahun pada pertengahan bulan Desember. Forum diskusi panel ICIS biasanya digunakan untuk mematangkan berbagai ide dan wacana. Hasil tindak lanjut dari forum tersebut diantaranya membidani pendirian Association of Information Systems (AIS) pada tahun 1994.
Kelompok ”Minnesota” yang dimotori MISRC merupakan kubu yang lebih mengutamakan ke¬pentingan ”akademis” dan ”ilmiah” diban-dingkan dengan aspek terapannya. Program pendidikan doktorat di Universitas Minnesota mensyaratkan/ mengharapkan bahwa lulusannya akan menjadi tenaga akademis di Universitas lainnya. Karena telah meluluskan tenaga S3 bidang SIM sejak tahun 1970-an, alumninya telah menyebar serta menduduki berbagai posisi senior pada univer¬sitas terkemuka di berbagai belahan dunia. Aliran kubu MISRC ini cenderung positivistik yang terkenal dengan model kerangka-acuan ”kotak konseptual” dan ”anak panah sebab akibat”. Selain kelompok ”Minnesota” ini, terdapat berbagai kubu alternatif, seperti kubu pantai timur (MIT, Harvard), kubu pantai barat (Kalifornia), kubu Eropa, dan seterusnya. Kubu pantai Timur, umpamanya, memiliki pandangan yang lebih mengarah ke aspek terapan. Ini terlihat bahwa terbitan yang lebih praktis seperti Harvard Business Review dan Sloan Management Review. Pola bidang SIM di Eropa pun lebih menjurus ke bidang terapan. Bahkan, lulusan S3 dari Jerman lebih dipersiapkan untuk terjun ke bidang industri dibandingkan ke bidang akademis.